Hotspot di Riau pada 5–6 Oktober 2026 terdeteksi sebanyak 6 titik yang tersebar di tiga kabupaten, yakni Indragiri Hilir sebanyak 3 titik, Kuantan Singingi 2 titik, dan Pelalawan 1 titik.
Dari 6 titik tersebut, sebanyak 1 titik berada di lahan gambut dengan kedalaman 50–100 cm. Sementara itu, 5 titik lainnya berada di kawasan mineral.
Jikalahari juga menemukan 1 titik hotspot berada dalam kawasan perkebunan sawit atau sekitar 16,7% dari total hotspot. Titik tersebut berada di areal konsesi PT Wanasari Nusantara.
Keberadaan hotspot di kawasan perkebunan sawit kembali menunjukkan pentingnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap aktivitas korporasi yang berada di wilayah rawan kebakaran. Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu memastikan setiap titik api di dalam konsesi ditelusuri penyebabnya serta meminta pertanggungjawaban perusahaan apabila ditemukan kelalaian atau pelanggaran.









