Hotspot di Riau pada 12–18 Oktober 2026 terdeteksi sebanyak 9 titik yang tersebar di enam kabupaten/kota, yakni Bengkalis 2 titik, Kampar 2 titik, Dumai 2 titik, Indragiri Hilir 1 titik, Pelalawan 1 titik, dan Siak 1 titik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2 titik hotspot berada di lahan gambut dengan kedalaman 2–4 meter dan lebih dari 4 meter. Sementara 7 titik lainnya berada di kawasan mineral.
Jikalahari menemukan 1 titik hotspot berada di kawasan perkebunan sawit, yakni di areal PT Tumpuan. Titik tersebut setara dengan sekitar 11 persen dari total hotspot yang terdeteksi di Riau pada periode ini.
Temuan ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap kawasan perkebunan sawit, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu menelusuri penyebab munculnya hotspot di areal perusahaan serta memastikan adanya pertanggungjawaban korporasi apabila ditemukan kelalaian atau pelanggaran dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.





