28 Sep – 04 Okt 2026: 32 Hotspot Terdeteksi di Riau, 6 Titik Berada di Perkebunan Sawit

Jikalahari mencatat sebanyak 32 titik panas (hotspot) terdeteksi di Riau pada 28 September–4 Oktober 2026. Hotspot tersebar di tujuh kabupaten/kota, yaitu Indragiri Hulu 7 titik, Kampar 7 titik, Pelalawan 7 titik, Indragiri Hilir 4 titik, Siak 4 titik, Kuantan Singingi 2 titik, dan Kota Dumai 1 titik.

Dari 32 hotspot tersebut, 1 titik atau 3,1% berada di kawasan gambut dengan kedalaman 2–4 meter, sementara 31 titik lainnya berada di kawasan mineral.

Jikalahari menemukan 6 titik hotspot atau 18,75% dari total hotspot berada di kawasan perkebunan sawit. Hotspot tersebut terdeteksi di PT Alam Sari Lestari sebanyak 3 titik, PT Agri Prima 1 titik, PT Citra Riau Sarana 1 titik, dan PT Meganusa Intisawit 1 titik.

Keberadaan hotspot di dalam kawasan perkebunan sawit menunjukkan perlunya pengawasan lebih serius terhadap kawasan yang berada dalam penguasaan dan pengelolaan korporasi. Hotspot bukan serta-merta membuktikan perusahaan sebagai penyebab kebakaran, namun keberadaannya di dalam konsesi harus menjadi dasar bagi pemerintah untuk melakukan penelusuran dan memastikan kewajiban pencegahan karhutla dijalankan oleh pemegang izin.

Jikalahari mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menelusuri setiap hotspot yang berada di kawasan perusahaan, termasuk memastikan ada atau tidaknya indikasi kebakaran serta mengevaluasi kepatuhan korporasi dalam mencegah dan menangani karhutla.

Pengawasan terhadap korporasi tidak boleh berhenti pada pendataan hotspot. Setiap titik panas di kawasan perusahaan harus ditelusuri agar pencegahan karhutla tidak sekadar menjadi kewajiban di atas kertas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *