Adakah Calon Gubernur Riau yang Peduli Lingkungan?

PELALAWAN, 22 Agustus 2013 – Hari ini Jikalahari, WALHI Riau dan Grenpeace mendesak lima calon Gubernur Riau untuk memaparkan visi dan misi kongkrit atas kerusakan hutan Riau yang semakin parah dan mengancam kehidupan satwa liar dilindungi dan ratusan ribu masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari kelestarian hutan.

Lima aktivis Greenpeace berkarakter lima wajah calon Gubernur Riau mengunjungi hutan gambut kaya karbon dan hayati yang terbakar di Pelalawan juga aktivis berkostum satwa terancam punah Harimau Sumatra yang kini hanya diperkirakan berjumlah 400 individu dan Orangutan. Ancaman serupa juga dialami gajah Sumatra dan hilangnya sumber kehidupan masyarakat adat yang hidup di sekitar hutan.

“Tutupan hutan Riau berkurang 180 ribu hektar per tahun sejak 2009 (1). Sementara tidak ada perubahan yang berarti bagi hutan dan lingkungan dari kepemimpinan Riau dalam lima tahun terakhir yang justru banyak mantan kepala daerah di tingkat kabupaten juga terjebak korupsi,” kata Koordinator Jaringan penyelamat hutan Riau (Jikalahari).

 

Aksi ini adalah seruan langsung kepada para seluruh calon Gubernur Riau yang jika terpilih akan menjabat selama periode 2013-2018 mendatang untuk memaparkan kepada masyarakat Riau secara kongkrit dan terukur atas visi dan misi lingkungan jika terpilih pada pemilihan kepala daerah 4 September 2013 mendatang.

Kepemimpinan Riau lima tahun ke depan adalah masa kritis bagi masyarakat Riau untuk menentukan siapa calon yang bisa bertanggung jawab menghentikan kerusakan hutan. Ini belum termasuk bagaimana pencemaran sungai diselesaikan dan konflik kepemilikan lahan masyarakat adat dengan perusahaan.

“Riau membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen kuat mengatasi persoalan lingkungan.. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahunnya telah mengakibatkan kerugian besar bagi masyarakat dan negara serta hilangnya habitat rumah satwa liar dilindungi. Proses hukum terhadap perusahan dan pelaku pembakar lahan yang seharusnya bertanggung jawab tidak pernah tuntas dan  prosesnya juga tidak dilakukan secara transparan,” ujar Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Rusmadya Maharuddin.

“Jika tidak ada visi dan misi lingkungan yang terukur dan berbatas waktu, maka gubenur Riau mendatang tidak akan bisa memperbaiki kerusakan dan mengembalikan kerugian dari hilangnya hutan alam Riau. Kami menghimbau pemilih untuk memastikan calon yang pro lingkungan demi penyelamatan hutan untuk menjaga lingkungan Riau yang lebih baik,” kata Direktur WALHI Riau, Riko Kurniawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *