NOVEL DITEROR; Di Tengah KPK Berantas Korupsi Politik dan Mafia Sumberdaya Alam

Jikalahari mengutuk tindakan pengecut penyiram air keras ke muka Novel Baswedan, penyidik KPK pada 11 April 2017 saat Novel Baswedan pulang dari sholat subuh berjamaah.

Penyerangan ini bentuk tindakan kriminal atas diri Novel Baswedan. Lebih dari itu, ini bentuk intimidasi atas pemberantasan korupsi yang gencar dilakukan oleh KPK.

Novel Baswedan adalah simbol pejuang anti korupsi. Ia menyidik kasus korupsi politik yang melibatkan eksekutif, legislatif dan yudikatif serta pihak swasta.

Teror terhadap Novel adalah teror oligarki–elit dan pengusaha hitam–terhadap KPK dan pejuang anti korupsi. Apalagi teror ini terjadi di tengah KPK sedang membongkar korupsi politik E-KTP dan hendak membongkar Korupsi Korporasi sektor sumberdaya alam.

Teror terhadap Novel adalah kemenangan bagi koruptor dan pengusaha hitam yang merampok sumberdaya alam hutan, tanah dan air.

Jikalahari mendesak kepada:

  1. Presiden Jokowi segera memerintahkan Kapolri menangkap peneror Novel Baswedan dalam waktu tiga hari ke depan.
  2. Presiden Jokowi menyatakan bahwa teror terhadap Novel Baswedan bentuk teror terhadap agenda Pemberantasan korupsi Presiden Jokowi
  3. Polri segera menangkap pelaku teror terhadap Novel Baswedan sebagai bentuk Polri ikut memberantas korupsi
  4. KPK memberikan perlindungan ekstra kepada Novel Baswedan. Bisa jadi ada teror selanjutnya.
  5. KPK segera tetapkan 20 korporasi korupsi hutan alam Riau 2002-2007 yang melibatkan korporasi APP dan APRIL Grup. Sebagai wujud komitmen KPK melawan korporasi.

Pekanbaru, 11 April 2017

Jikalahari
(Elang, YMI, BDPN, WWF Riau, RWWG, KAR, YBB, PASA, SIALANG, Fitra Riau, Kabut Riau, LPAD, Riau Mandiri, Kaliptra, Humendala, EMC, Brimapala Sungkai, Mapala Suluh, Mapala Phylomina, Mafakumpala UIR)

Narahubung; Woro Supartinah (081317566965)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *